Rabu, 20 Maret 2013

PENGERTIAN & PEMAHAMAN TENTANG BANGSA & NEGARA

Pengertian Bangsa dan Negara
Pengertian Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa & wilayah tertentu di muka bumi.
            Bangsa (nation) atau nasional, nasionalitas atau kebangsaan, nasionalisme atau paham kebangsaan, semua istilah tersebut dalam kajian sejarah terbukti mengandung konsep-konsep yang sulit dirumuskan, sehingga para pakar di bidang Politik, Sosiologi, dan Antropologi pun sering tidak sependapat mengenai makna istilah-istilah tersebut. Selain istilah bangsa, dalam bahasa Indonesia, kita juga menggunakan istilah nasional, nasionalisme yang diturunkan dari kata asing “nation” yang bersinonim dengan kata bangsa. Tidak ada rumusan ilmiah yang bisa dirancang untuk mendefinisikan istilah bangsa secara objektif, tetapi fenomena kebangsaan tetap aktual hingga saat ini.”
            Dalam kamus ilmu Politik dijumpai istilah bangsa, yaitu “natie” dan “nation”, artinya masyarakat yang bentuknya diwujudkan oleh sejarah yang memiliki unsur sebagai berikut :
1. Satu kesatuan bahasa ;
2. Satu kesatuan daerah ;
3. Satu kesatuan ekonomi ;
4. Satu Kesatuan hubungan ekonomi ;
5. Satu kesatuan jiwa yang terlukis dalam kesatuan budaya.

            Pengertian Negara adalah organisasi diantara sekelompok/beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu dengan mengakui adanya pemerintahan yang mengurus tata tertib.
Prof. R Djokosotono, SH
            Negara adalah suatu organisasi manusia atau manusia manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan
G. Pringgodigdo, SH
            Negara adalah suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan atau unsure unsure, yaitu harus ada pemerintahan yang berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat yang hidup dengan teratur sehingga merupakan suatu bangsa.

Negara sebagai Organisasi Politik
1. Menurut ROGER H SOULTAU : Negara ialah alat (agency) atau wewenang (autority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan persoalan persoalan bersama atas nama masyarakat.
2. Menurut ROBERT Mc IVER : Negara ialah Asosiasi yang berfungsi memelihara ketertiban dalam masyarakat berdasarkan system hokum yang diselenggarakan oleh suatu system pemerintah yang diberi kekuasaan memaksa.

Negara Sebagai Organisasi Kesusilaan
1. menurut HEGEL : Negara merupakan organisasi kesusilaan yang timbul karena terjadinya perpaduan individual
2. Menurut J.J. ROUSEAU : Kewajiban Negara adalah untuk memelihara kemerdekaan individu dan menjaga ketertiban kehidupan manusia

Teori terbentuknya Negara:
-Teori hukum alam. Pemikiran pada masa plato dan aristoteles kondisi alam tumbuhnya manusia berkembangnya negara
-Teori ketuhanan (islam + Kristen) segala sesuatu adalah ciptaan tuhan.
-Teori perjanjian. Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan. Manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya. Manusia pun bersatu utk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dlm gerak tunggal utk kebutuhan bersama.
Proses terbentuknya Negara di zaman modern. Proses tersebut dapat berupa penaklukan, peleburan, pemisahan diri, dan pendudukan atas Negara atau wilayah yg blm ada pemerintahan sebelumnya

Unsur Negara
Terdiri atas tiga unsur terbentuknya suatau negara, yaitu
1. rakyat yaitu masyarakat atau warga negara
2. wilayah wilayah dimaksudkan yaitu;
pertama wilayah darat adalah batas wilayah darat suatu negara adalah tergantung dari perjanjian internasional yang dibuat antara dua negara disebutperjanjian bilateral, dam multilateral ketika banyak negara. Batasan dua negara yaitu contohnya batas alam (sungai, danau, pengunungan, dan lembah), Perbatasan buatan seperti (pagar tembok, pagar kawat, tiang tembok), Perbatasan menurut ilmu pasti yaitu dengan menggunakan ukuran garis lintang atau bujur pada peta bumi.
3. pemerintahan yaitu alat kelengkapan negara yang bertugas memimpin organisasi negara untuk mencapai tujuan negara.

Bentuk Negara
Bentuk Negara: sebuah Negara dpt berbentuk Negara kesatuan dan Negara serikat
Teori tentang asal mula atau teori terbentuknya Negara dapat dilihat dari dua segi, yakni : (a) teori yang bersifat spekulatif, dan (2) teori yang bersifat evolusi.
A. Teori yang Bersifat Spekulatif
Teori yang bersifat spekulatif, meliputi antara lain : teori teokratis, teori perjanjian masyarakat, dan teori kekuatan/ kekuasaan.
1. Teori Teokrasi (ketuhanan) menurut teori ketuhanan, segala sesuatu di dunia ini adanya atas kehendak ALLOHU Subhanahu Wata’ala, sehingga negara pada hakekatnya ada atas kehendak ALLOH. Penganut teori ini adalah Fiedrich Julius Stah, yang menyatakan bahwa negara tumbuh secara berangsur-angsur melalui proses bertahap mulai dari keluarga menjadi bangsa dan negara.
2. Teori perjanjian masyarakat. Dalam teori ini tampi tiga tokoh yang paling terkenal, yaitu Thomas Hobbes, John Locke dan J.J. Rousseau. Menurut teori ini negara itu timbul karena perjanjian yang dibuat antara orang-orang yang tadinya hidup bebas merdeka, terlepas satu sama lain tanpa ikatan kenegaraan. Perjanjian ini diadakan agar kepentingan bersama dapat terpelihara dan terjamin, supaya ”orang yang satu tidak merupakan binatang buas bagi orang lain” (homo homini lupus, menurut Hobbes). Perjanjian itu disebut perjanjian masyarakat (contract social menurut ajaran Rousseau). Dapat pula terjadi suatu perjanjian antara daerah jajahan, misalnya : Kemerdekaan Filipina pada tahun 1946 dan India pada tahun 1947.
3. Teori kekuasaan/ kekuatan. Menurut teori kekuasaan/kekuatan, terbentuknya negara didasarkan atas kekuasaan/kekuatan, misalnya melalui pendudukan dan penaklukan.
Ditinjau dari teori kekuatan, munculnya negara yang pertama kali, atau bermula dari adanya beberapa kelompok dalam suatu suku yang masing-masing dipimpin oleh kepala suku (datuk). Kemudian berbagai kelompok tersebut hidup dalam suatu persaingan untuk memperebutkan lahan/wilayah, sumber tempat mereka mendapatkan makanan. Akibat lebih jauh mereka kemudian berusaha untuk bisa mengalahkan kelompok saingannya. Adagium thomas Hobbes yang menyatakan ”Bellum Omnium Contra Omnes” semua berperang melawan semua, kiranya tepat sekali untuk memotret kondisi mereka dalam persaingan untuk memperebutkan sesuatu. Kelompok yang terkalahkan kemudian harus tunduk serta wilayah yang dimilikinya diduduki dan dikuasai oleh sang penakluk, dan demikian seterusnya.

B. Teori yang Bersifat Evolusi
Teori yang evolusi atau teori historis ini merupakan teori yang menyatakan bahwa lembaga – lembaga sosial tidak dibuat, tetapi tumbuh secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan – kebutuhan manusia. Sebagai lembaga sosial yang diperuntukkan guna memenuhi kebutuhan – kebutuhan manusia, maka lembaga – lembaga itu tidak luput dari pengaruh tempat, waktu, dan tuntutan – tuntutan zaman. Menurut teori yang bersifat evolusi ini terjadinya negara adalah secara historis-sosio (dari keluarga menjadi negara).
Termasuk dalam teori ini yang bersifat evolusi ini antara lain teori hukum alam. Berdasarkan teori hukum alam ini, negara terjadi secara alamiah.

KONSEP DEMOKRASI
            Demokrasi merupakan wujud kebersamaan dalam Negara juga merupakan hak sekaligus kewajiban bagi warga Negara karena system kekuasaan yang berlaku adalah : “Res publica” dari,oleh ,dan untuk rakyat .
            Demokrasi berasal dari bahasa yunani. Yakni kata “Demos” berarti rakyat atau penduduk suatu tempat dan “cratein” atau “demos” yang berate kekuasaan atau kedaulatan, dengan demikian maka demokrasi dapat diartikan kekuasaan atau kedaulatan rakyat.
            Walaupun sebenarnya ditinjau dari pemahaman agama bahwa kekuasaan rakyat di bumi adalah kekuasaan rakyat,karena memang pada saat umat manusia diturunkan kebumi sekaligus diserahkan pengaturannya oleh tuhan kepada manusia atau rakyat yang diciptakannya, sedangkan pengertian dalam bahasa yunani tidak hanya mengadopsi  dari agama disesuaikan dengan kehidupan.

Bentuk Demokrasi Dalam Pengertian Sistem Pemerintahan Negara
Ada dua bentuk demokrasi dalam pemerintahan negara, antara lain :
1.      Pemerintahan Monarki (monarki mutlak, monarki konstitusional, dan monarki parlementer)
2.      Pemerintahan Republik : berasal dari bahasa latin, RES yang artinya pemerintahan dan PUBLICA yang berarti rakyat. Dengan demikian dapat diartikan sebagai pemerintahan yang dijalankan oleh dan untuk kepentingan orang banyak.

Klasifikasi Sistem Pemerintahan
Dalam sistem kepartaian dikenal adanya tiga sistem kepartaian, yaitu sistem multi partai (poliparty system), sistem dua partai (biparty system), dan sistem 1 partai (monoparty system).
- Sistem pengisian jabatan pemegang kekuasaan negara.
- Hubungan antar pemegang kekuasaan negara, terutama antara eksekutif dan legislatif.
Mengenai model sistem pemerintahan negara, ada empat macam, yaitu :
- Sistem pemerintahan diktator (borjuis dan proletar)
- Sistem pemerintahan parlementer
- Sistem pemrintahan presidential
- Sistem pemerintahan campuran

Rabu, 20 Juni 2012

lamaran pekerjaan

jakarta, October 15, 2015

HRD Department
PT Gramedis Asri Media
Jakarta

I recently heard from your advertisement that there is vacancy in your company. I would like to apply for one of position in your company. I hereby inform you about myself:

Name : Achmad Fahmi
Place & date of birth : Jakarta, April 25, 1977
Education : Scholar in Economic
Address : Jl. Bali raya no.25 Tangerang
Phone, e-mail : 08123456789, achmadfahmi47@yahoo.com
Status : single

With my principal of honesty, carefulness, tenacity and working hard I convince that I could fulfill the requirement you request and become part of your successful team.

I enclosed here are:
  1. Curriculum Vitae
  2. Certificate of Scholar
  3. TOEFL Certificate
  4. Copy of other Certificates
  5. Citizen Card
  6. Recent Photo
    Achmad Fahmi
                         
             
    Jl. Bali IV no.26 Pamulang Tangerang Selatan 12430
     Phone: (021) 7504284-7506657  
     Mobile : 0812 9999027     
     Email : achmad_nuryadin@yahoo.com
                  Jg-com@cbn.net.id




    Personal Information


    Formal Education














    Informal Education

    Date of Birth             : January 12, 1977
    Marital Status           : Single

    Citizenship               : Indonesia

    Religion                    : Moslem


    1995-2004                 Institut Sains dan Teknologi Nasional
    Bachelor of Civil Engineer

    1992 – 1995              S.M.A.Negeri 34  Jakarta
    Senior High School

    1989 – 1992                 S.M.P. Negeri 85 Jakarta
    Junior High School

    1983 – 1989              S.D.Negeri 05 Jakarta
    Elementary School


    1999 – 2003              English Course for Basic, Intermediate, Advance and
                                         Conversation level at LB LIA Pengadegan Jakarta
    1999                             STAAD III Course at Vector Computer
    2000                             AUTOCAD R. 14 Course at ISTN Computer Lab                
    2001                             AUTOCAD 2D & 3D Course at BMS Computer
    2002                             SAP 2000 Course at ISTN  Computer Lab

    Work Experience

    April 19th 2000 – September 18th 2000, at PT TOTAL BANGUN PERSADA in project RAMAYANA CIPUTAT building development, Jakarta.
    Training as Site Engineer

    January 15th 2001 – April 15th 2001, at PT Arthapola Bangun Selaras in project Penataan Pemukiman daerah Pekojan, Jakarta
    Civil Engineering Division Staff


    1999 – 2002, at MATARI ADVERTISING and 27 EVENT PLANNER Jakarta, Freelance, as  Event Organizer Staff.
    The Events :
    -          Malam Pesona Samsung, Hotel Shangrila Jakarta
    -          Sayang-sayangan bareng Ab Three dan KFC, Mall Taman Anggrek Jakarta.
    -          Nestle Conference, Hotel Millenium Jakarta
    -          Peluncuran Koin Emas ONH, Gedung Graha Pemuda Senayan Jakarta.
    -          Peluncuran logo baru Aventis, Grand Melia Anyer Jawa Barat.
    -          Peluncuran Penggabungan Perusahaan dan Logo Baru ABX Logistic, Gedung Sucofindo Jakarta
    -          Peluncuran Koran Suara Pembaruan Millenium,Hotel Horison Ancol Jakarta.
    -          Peluncuran Koran Suara Pembaruan Millenium, Hotel Borrobudur Jakarta.
    -          Peluncuran dan Pencanangan Selamatkan Terumbu Karang Sekarang,  Seaworld Ancol Jakarta. Di resmikan oleh Presiden Abdurrahmadn Wahid dan Menteri Kelautan.
    -          Peluncuran Logo Baru FIF Astra, Hotel Grand Melia Kuningan Jakarta.
    -          Street Machine Competition, Parkir Timur Senayan Jakarta, Cody Enterprise.


    June 6th 2002 – May 6th 2003, at PT Mega Mercupersada, Jakarta. As Civil Engineering Division Staff.

    June  2003 – August 2003, at Standard Chartered Bank, as Sales Officer

    April 2004 – Now,      at Jakarta Gemilang Communications, as Account Executive.
    Handling The Client :  PT  Wahana,Makmur Sejati   Main Dealer Honda Motorcycle Jakarta- Tangerang, For the Promotion and Add.
    Organisational and Leadership Skills Experience

    1994 – 1995
    Vice president for KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) SMA Negeri 34
    Secretary for ROHIS (Rohani Islam) SMA Negeri 34
    OSIS SMA Negeri 34 Jakarta
    1997 - 1998
    IPTEK Coordinator at Civil Engineering Student Community at Institut Sains dan Teknologi Nasional (I.S.T.N.) Jakarta.
    1998 - 1999
    Sport Division, Senat Mahasiswa ISTN Jakarta
    Event Division For ROOSENO CUP IV “Kejuaraan Karate antar Perguruan Tinggi Se Indonesia”
    1999 - 2000
    Remaja Mesjid Raya Pondok Indah
    2003 – 2004
    Vice president for Jakarta Satria Club(JSC), Motorcycle club in Jakarta
    Touring Division for Satria Club Indonesia (SCI)
    2004
    Creative Division & Advisor for Jakarta Satria Club

    Computer Skills
    Languages
    Microsoft Office, SAP2000, AUTOCAD
    Indonesian, English
    Interests and Hobbies

    Music, Bilyard, Outdoor Activities.

Rabu, 28 Maret 2012

International Economics

    International economics is a science that addresses the effect of economicinterdependence between countries in the world, both in terms of international trade andinternational credit markets. U.S. energy sources, for example, relies heavily on foreignmanufacturers, while Japan imports almost half of the food consumed by its inhabitants.In contrast, developing countries are very membutukan technology developed andproduced by industrialized countries. In the long run, international trade patterns are determined by the principle of comparative advantage.

    Feels the influence of international trade on prices, national income, and level of employment in the countries involved in international trade. Exports will increasedemand, the amount of goods and services people want in the country. In contrast,imports will reduce domestic demand in the community. Demand will affect employment and national income, and among others will depend on the magnitude of net exports,namely the difference between exports and imports. If net exports are positive, meaning that exports greater than imports, employment and national income tends to rise. The amount of net exports is largely determined by the exchange rate the country concerned.For example, the rupiah fell against the U.S., the price of exports from Indonesia will be relatively cheaper in the U.S., so exports will likely increase. In contrast, prices of U.S.goods relative to imports would be costly, so will tend to decline. Thus, the decline inexchange rate alone would tend to increase net exports, and vice versa. Thus,international activities and events will affect the domestic economy, through the influence of exchange rate on import, export, and eventually demand society.
    
    Factors that encourage interstate commerce, among others. (a) The diversity ofproduction conditions, (b) saving the cost of production / specialization, and (c)differences in taste.


(a) Diversity of Production Conditions
Diversity refers to the potential conditions of production factors of production owned bythe state. For example Indonesia, has great potential in producing agricultural goods. In other words, through trade, a country can obtain the goods that can not be produceddomestically.

(b) Production Cost Savings / Specialization
International trade allows a country to produce goods in large quantities, resultingIncreasing returns to scale or an average cost of production is declining while the number of goods produced increases. So, if a country specializes in producing and exportingcertain goods, the average production cost will come down.

(c) The different tastes
Even if the conditions of production in all countries are equal, but each country will probably do a trade if they taste different. For example, Norway and Sweden to exportmeat to export fish. Both countries will gain the benefits of this trade and the increasingnumber of people happy.

Benefits of International Trade;
1. efficiency
Through international trade, each country does not need to produce all its needs, butenough to produce what can be produced in the most efficient compared to other countries. Thus, it would create efficiency in the allocation of economic resources of the world.

2. The expansion of consumption and production
International trade also allows wider consumption for the population of a country.

3. increased productivity
Countries that specialize in producing certain goods will try to improve its productivity.Thus they will stay ahead of other countries in producing the goods.

Sabtu, 07 Januari 2012

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

selama hidupnya, manusia pasti pernah mengalami kegelisahan baik intensitasnya sering ataupun jarang, apalagi di era globalisasi seperti saat ini yang membutuhkan tingkat kompetitifitas yang tinggi untuk hidup di dalamnya. kegelisahan sendiri berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir,tidak senang tidak sabar, cemas sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. sedangkan kita dapat mengetahui tanda tanda bahwa seseorang mengalami ketegang adalah dari tingkah lakunya.
termasuk kegagalan dalam kehidupan, kegagalan atau tidak berhasil maka secara langsung otak kita akan terkoneksi dengan yang direspon “Kegagalan dan permasalahan”. Dengan kata lain terkoneksi dengan hati, perasaan dan pikiran. Baik disadari atau tidak disadari. Begitu pula jika yang telah dilakukan telah memcapai titik maksimum dan berhasil maka kita sendiri tidak luput dari permasalahan dan kegelisahan, sebagai conth kegelisahan untuk mempertahankannya dan sebaginya.

MANUSIA DAN HARAPAN

Maka bila manusia yang hidup tanpa harapan pada hakekatnya dia sudah mati. Harapan bukanlah sesuatu yang terucap dimulut saja tetapi juga berangkat dari usaha. Dia adalah ke-cenderungan batin untuk membuat sebuah rencana aksi, peristiwa, atau sesuatu menjadi lebih bagus. Sederhananya, harapan membuat kita berpikir untuk melakukan sesuatu yang lebih baik untuk meraih sesuatu yang lebih baik.
Harapan dan rasa optimis juga memberikan kita kekuatan untuk melawan setiap hambatan. Seolah kita selalu mendapatkan jalam keluar untuk setiap masalah. Seolah kita punya kekuatan yang lebih untuk siap menghadapi resiko. Ini kita sebut sebagai perlawanan. Orang yang hidup tanpa optimisme dan cenderung pasrah pada realita maka dia cenderung untuk bersikap pasif, Oleh karena itu dalam makalah ini kita dapat mengetahui lebih dalam tentang manusia dan harapan.

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

     Tanggung Jawab adalah suatu perilaku yang menunjukan bahwa dia sadar dan siap dalam menerima resiko dari apa yang dia lakukan. Manusia pada dasarnya memiliki tanggung jawab. karna apabila manusia tidak mempunyai sikap tanggung jawab, maka manusia tersebut akan menerima resikonya. Contohnya Presiden : sebagai seorang presiden, tanggung jawab nya sangat besar. karena apa yang dia lakukan pasti di respon oleh masyarakat, bangsa dan negaranya. Apabila seorang presiden berperilaku tidak baik maka masyarakat bisa demo bahkan menurunkan presiden tersebut bila tidak bertanggung jawab. seperti mantan presiden soeharto yang tidak bisa bertanggung jawab karna kasus korupsi

     manusia dan tanggung jawab merupakan sesuatu yang pasti dimilki oleh masing-masing manusia yang diberikan oleh Tuhan. bagaimanapun manusia tersebut pasti masih ada saja yang tidak ada tanggung jawabnya atas perilakunya karena takut dengan resikonya. dan itulah sikap yang harus dibuang dari sikap manusia tersebut.